Tips Undangan Pernikahan : Punya Desain Sendiri, Cari Percetakan Sendiri

Buat amplop lebih banyak dari isi
Untuk kartu undangan, urusan tempel menempel label nama dan alamat penerima undangan adalah urusan pihak pengantin sendiri, bukan urusannya pihak vendor kartu. Karena kita manusia biasa, pasti ada deh error-error seputar tempel menempel label: label ditempelnya miring, labelnya kena ceceran air/tintanya masih basah sudah dipegang jadi tulisannya luntur, setelah label ditempel baru sadar nama/alamatnya salah, setelah undangan terpakai semua baru sadar ada pihak lain yang lebih penting yang belum diundang, dan masih banyak lagi.
Intinya, kalau terjadi seperti ini apa yang mesti dilakukan? Label yang udah tertempel manis di amplop mesti dilepas lagi! Sayangnya, produsen label Tom & Jerry sudah memakai teknologi canggih di label mereka: sekali tempel susah banget dilepas tanpa bekas. (Sori kalau cuma menyebut Tom & Jerry, tapi kayaknya Tom & Jerry memang masih menguasai hampir 100% pasaran label undangan pernikahan)



Alhasil, di bagian bekas label amplopnya biasanya bercacat. Kalau cacatnya sedikit sih nggak apa-apa, tinggal ditimpa aja label baru. Tapi kalau cacatnya fatal, nggak ada jalan lain, amplop harus dibuang.
Kalau amplop dibuang, berarti …? Isinya yang nggak bersalah pun jadi nggak bisa kepake!
Jadi gue saranin, cobalah nego dengan pihak percetakan dan minta amplop undangannya dicetak lebih banyak. Jadi kalau ada kejadian kayak gini, tinggal ganti aja amplopnya dengan yang baru.
Selain ini, ada juga teknik-teknik lain. Ada model kartu undangan yang label namanya ditempel di lembar karton kecil, lalu lembar ini diikat dengan pita ke amplop/kartu undangan. Jadi kalau salah tempel label, cuma lembar kecil ini saja yang perlu diganti.
Ada juga yang menempel label namanya di plastik pembungkus amplop undangan. Ini juga teknik yang OK, walaupun kurang bagus karena kalau plastiknya dibuka jadi nggak ketahuan ini undangan buat siapa.
Label transparan bagus untuk kartu yang warnanya terang
Belakangan, label nama yang transparan mulai banyak dipakai di kartu undangan. Kesannya memang lebih cantik dibanding label putih yang biasa dipakai selama ini. Tapi label ini nggak all-round. Kalau dipakai di undangan yang warnanya gelap, kita harus sangat cermat menempelnya agar seluruh permukaan label menempel rata di kartunya. Kalau nggak, akan muncul efek seperti kaca mobil murahan: timbul seperti gelembung-gelembung, yaitu bagian-bagian yang nggak nempel dengan benar, sehingga jadinya jelek.
Jadi kalau undangan lo warnanya gelap, dan lo orangnya nggak telaten, sebaiknya hindari pakai label transparan.

Kalau undangannya warna terang, go ahead, label ini memang tampak cantik (dan menurut gue, label ini lebih gampang dilepas dibanding label yang warna putih).

Punya desain sendiri? Cari percetakan yang dekat rumah/kantor/gampang didatangi
Setelah gue browsing di forum diskusi weddingku.com gue berkesimpulan:
  • Semua vendor kartu undangan yang cukup bonafit (yang namanya ada di weddingku.com) masalahnya sama yaitu service: janjinya molor, kita datang nggak dilayanin, dll.
  • Vendor yang ngetop adalah vendor yang punya SDM yang bisa membuat desain-desain undangan yang bagus
Jadi?
Kalau lo bisa mendesain/sudah punya desain sendiri, pilih aja percetakan yang cukup bonafit yang lokasinya dekat.
Kalau sudah punya desain sendiri, artinya lo nggak perlu lagi pergi ke vendor yang ngetop (nggak perlu lagi jasa mereka untuk desain undangan). Vendor yang menengah pun OK. Kalau dari segi teknik pencetakan, pengalaman kita sih, teknik vendor yang ngetop dan vendor yang menengah rasanya nggak jauh beda.
Hal kedua yang penting adalah, si vendor mesti gampang lo kunjungi. Ini supaya lo bisa mudah konsultasi (kalau mau desain seperti ini gimana, harganya jadi berapa, apa ada alternatif lain), dan supaya lo bisa kontrol mereka kerjanya sudah sampai mana. Sudah bukan rahasia lagi, janji orang Indonesia nggak bisa dipegang. Kalau telat, ada aja alasannya. Akhirnya kalau lo mau undangan lo kelar sesuai jadwal, nggak ada jalan lain, harus lo sendiri yang rajin ngecek ke mereka progressnya gimana. Telpon juga bisa sih, tapi mereka kan akan lebih merasakan pressure (ambillah arti positifnya) kalau kita sendiri datang ke sana.

Sumber : nuptia.blogspot.com